Pemenang AMA21NG BEAUTY TRIP

RAIHEN SANG PENDEKAR PEDANG

By Riski Adiansyah

Pedang yang sangat indah itu dibawanya kemana saja. Raihen itulah namanya, seorang pengembara pemberani yang selalu mencari kedamaian. Suatu ketika ia bertemu seorang kakek yang sedang berlari ketakutan.

“Kakek kenapa kau belari seperti dikejar shinigami sang dewa kematian saja?” ujar Raihen

“Larilah nak, jangan sampai kau dibunuh oleh monster minotour yang ganas!” kata sang kakek dengan nada terengah engah

“ Kakek kamu jangan bercanda, di zaman ini mana ada minotour. Itu hanya makhluk mitiologi Yunani zaman dulu” kata Raihen dengan nada tertawa

Tak lama kemudian terdengar jeritan seseorang dari arah desa

            “Suara apa itu?” kata Raihen

            “ Itu adalah suara seseorang yang sedang diserang oleh minotour” jawab sang kakek

            “ Apa ?” kata Raihen dengan nada kaget

            “ Aku harus kesana” lanjut Raihen

“ Jangan nak, terlalu berbahaya. Lebih baik kau lari dari sini sebelum kau berakhir seperti penduduk desa di sana” Kata sang kakek sembari memegang tangan Raihen

“ Jangan khawatir kek, aku adalah sang pendekar Raihen aku tidak akan mati dengan mudah” kata Raihen sambil melepas pegangan sang kakek

Setelah ia meyakinkan sang kakek ia langsung berlari menuju  asal suara itu. Betapa terkejutnya ia setelah melihat kondisi desa yang porak poranda, mayat berada dimana mana,

            “ Apa yang telah terjadi di sini?” kata Raihen

Tak lama datang seekor minotour yang besar dan langsung menyerang Raihen. Untunglah Raihen dapat menghindari serangan kapak yang diberikan oleh minotur tersebut. Tanpa basa-basi ia langung mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya ke minotour tersebut. Ia langsung berlari dengan sangat cepat dan menebas kepala minotour hingga terpisah dari tubuhnya. Tidak lama kemudian muncul 3 minotour yang sama dan langsung menyerang Raihen. Pertarungan sangat sengit sampai Raihen kewalahan dalam menghadapi Minotour tersebut

“Cukup tangguh juga makhluk ini sampai-sampai aku kewalahan dalam menghadapinya” Kata Raihen

Suara pedang dan kapak yang saling beradu terdengar sangat keras. Raihen yang semakin lelah tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan jurus andalannya

“ Jika seperti ini terus Aku tidak ada plihan lain selain menggunakan jurus andalanku” ujar Raihen

“ Keluarlah roh api suci yang melidungiku, elemen api tsunami api” lanjutnya sambil mengayunkan pedangnya ketanah

Munculah api yang sangat panas dengan bentuk menyerupai gelombang tsunami. Api itu langsung mengenai 3 minotour itu. Seketika 3 Minotour itu mejadi abu karena kehebatan jurus Raihen. Namun karena jurus itu terlalu banyak menguras tenaganya ia langsung pingsan di tempat itu. Beberapa jam kemudian ia sadar dan melihat sekumpulan orang mengelilinginya, ia langsung bangun dan bertanya

            “ Apa yang terjadi denganku?” tanya Raihen

            “ Kau pingsan setelah melindungi kami tadi nak” jawab kakek yang tadi ditemuinya

            “ Bagaimana dengan warga desa yang lainya kek?” tanya Raihen kembali

“ Warga desa yang lain semuanya selamat tanpa terluka sedikitpun, itu semua berkat perjuanganmu anak muda” Jawab sang Kakek

“ Syukurlah kalau begitu” jawab Raihen

“ Anak muda terima kasih telah menyelamatkan kami dari minotour yang ganas itu” ujar salah satu warga

“ Iya betul, kalau tidak ada kakak pasti kami sudah tidak ada di dunia ini” lanjut anak kecil yang berdiri di samping Raihen

“ itu sudah menjadi kewajibanku sebagai pendekar yang aka melindungi kedamaian di negeri ini” jawab Raihen

Setelah merasa baikan Raihen langsung melanjutkan pengembaraannya untuk menelusuri kedamaian yang ingin ia lihat di perjalanan selanjutnya